Kesehatan

3 Perkembangan Vaksin COVID-19 Update Terbaru

Semakin merebaknya pandemi penyakit korona di seluruh dunia, membuat kita semua pasti menunggu-nunggu kabar tentang perkembangan vaksin COVID-19. Ketika masalah mulai muncul sebagai dampak dari pandemi, mulai dari ekonomi, sosial, hingga pendidikan, di tangan para penelitilah kita meletakkan harapan untuk segera menemukan vaksin yang dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit ini.

Baca Juga : 5 Rekomendasi Buku untuk Anak 2 Tahun

Lalu seperti apa perkembangan vaksin COVID-19 ini? Di bawah ini kami akan menyajikan beberapa informasi terbaru atau update tentang vaksin ini. Tentunya, selagi menunggu vaksin ini akhirnya disebarluaskan, kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari agar tidak menyebabkan gelombang pandemi kedua dan semakin menambah jumlah korban.

Kandidat Produsen Vaksin COVID-19 di Dunia

perkembangan vaksin COVID-19

Dilansir dari data oleh IDN Times, saat ini ada 12 perusahaan farmasi terdepan dan 150 vaksin yang sedang berusaha dikembangkan oleh para peneliti di seluruh dunia. Dari Tiongkok, ada Wuhan Institute/Sinopharm, Sinovac/Intituto Butantan, Can Sino Biological Inc/Beijing Institute of Biotech, Beijing Institute of Biological Products/Sinopharm. Sedangkan di Amerika ada Novavax dan Moderna.

Kandidat produsen vaksin COVID-19 berikutnya adalah Jerman, yaitu BioNTech/Fosun/Pharma/Pfizer. Sementara itu, di Inggris ada Imperial College London dan Astra Zeneca/Oxford University. Tak mau kalah dengan negara lain, Australia juga mengembangkan vaksin COVID-19 milik sendiri di Vaxine Pty.Ltd/Madytox, sedangkan di India juga ada Zydus Cadila dan Bharat Biotech.

Perjalanan Vaksin COVID-19

Meski berlomba dengan waktu, proses pembuatan vaksin COVID-19 ini tidak boleh sembarangan dan harus melalui sejumlah tahapan klinis hingga dinyatakan aman dan mendapat persetujuan untuk diproduksi secara massal. Dan bisa jadi, proses tersebut memerlukan beberapa tahun. Dari sekitar 150 kandidat vaksin di atas, baru 5 atau 6 vaksin yang sukses masuk clinical trial phase atau uji coba pada manusia.

Setidaknya ada 4 fase perkembangan vaksin COVID-19 yang perlu dipatuhi oleh peneliti dan perusahaan pembuat vaksin tersebut. Yang pertama adalah Fase Pra Uji Klinis. Di sini, ilmuwan memberikan vaksin ke hewan-hewan seperti tikus atau monyet untuk melihat apakah vaksin bisa memicu imunitas.

Yang kedua, ada Fase I (uji keamanan), di mana ilmuwan memberikan vaksin ke sekelompok kecil orang untuk menguji keamanan dan dosis yang tepat. Pada Fase II (pengujian vaksin diperluas), ilmuwan memberikan vaksin ke ratusan orang yang dikategorikan menjadi beberapa kelompok untuk melihat apakah vaksin tersebut memliki dampak yang berbeda.

Sedangkan di Fase III (uji kemanjuran), ilmuwan memberikan vaksin tersebut ke ribuan orang untuk menentukan apakah vaksin benar-benar bisa melindungi dari virus COVID-19. Dan yang keempat, adalah penentuan apakah otoritas negara menyetujui untuk melakukan peninjauan uji klinis dan produksi massal. Saat ini, sudah ada tujuh kandidat vaksin yang masuk dalam uji klinis Fase III.

Indonesia dan Penyediaan Vaksin COVID-19

Lalu bagaimana perkembangan vaksin COVID-19 di Indonesia sendiri? Dilansir dari CNBC Indonesia, saat ini Indonesia sedang bekerja sama dengan Sinovac dari Tiongkok  dan akan melakukan uji klinis Fase III di site penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (FK Unpad). Menteri BUMN, Erick Tohir juga memastikan vaksin tersebut nantinya akan diproduksi PT Bio Farma dan mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.

Demikian tadi adalah beberapa informasi terbaru tentang perkembangan vaksin COVID-19. Setidaknya, berita tentang perkembangan vaksin di atas sedikit menjadi angin segar bagi kita, bahwa ternyata ada harapan untuk mengakhiri pandemi ini, dan kita bisa segera menjalankan aktivitas berkumpul bersama orang-orang tercinta seperti sedia kala.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close