umum

4 Berita tentang COVID-19 yang Menghebohkan

Dengan terus meluasnya pandemi korona secara global saat ini, berita tentang COVID-19 tentunya juga terus membanjiri kanal-kanal media setiap harinya, baik di televisi, surat kabar, hingga media online dalam gawai yang ada di genggaman kita. Namun sayangnya, tidak semua berita mengenai COVID-19 ini dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bahkan banyak yang hanya untuk sensasi.

Baca Juga : 5 Daftar Kampus dengan Jurusan Dokter Terbaik di Indonesia

Di bawah ini adalah beberapa berita tentang COVID-19 yang sempat viral dan menghebohkan jagad maya. Mengingat tidak semua berita ini valid, seharusnya membuat kita lebih selektif lagi dalam menerima informasi. Apalagi di dunia serba digitalisasi ini, seseorang bisa berpendapat dan berekspresi apa saja melalui media sosialnya. Sebab informasi yang salah tentang penyakit ini, justru dapat membahayakan pembacanya.

1. Obat COVID-19 ala Hadi Pranoto

berita tentang COVID-19

Pasti kita tahu tentang berita menghebohkan yang terjadi baru-baru ini, tentang Hadi Pranoto yang mengklaim telah menemukan obat COVID-19. Tak hanya itu, melalui interview-nya di channel Youtube “Dunia Manji”, ia mengaku sebagai seorang profesor dan ketua dari tim riset formula antibodi COVID-19. Namun setelah dilakukan cross check, nama Hadi Pranoto tidak ada dalam data IDI maupun IPB.

Ketika mengetahui sosok bernama Hadi Pranoto ini mengaku mendapatkan gelar S3-nya di IPB, pihak kampus pun membantah. Karena nama Hadi Pranoto yang ada di dalam database bukan orang yang sama dengan yang melakukan wawancara dengan musisi Anji tersebut. Saat ini, lembaga Cyber Indonesia sedang dalam proses melaporkan keduanya ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan menyebarkan berita bohong sesuai UU ITE.

2. Kalung Anti Korona dari Kementan

berita tentang COVID-19

Berita tentang COVID-19 lain yang sempat mengejutkan warga Indonesia adalah tentang penemuan kalung anti korona yang diproduksi oleh Kementrian Pertanian atau Kementan. Kalung ini mengandung aromaterapi yang terbuat dari tanaman eucalyptus. Meskipun di produk kalung tersebut tertulis ‘Anti Virus Corona’, pihak Kementan membantah dan tidak pernah mengklaim bahwa kalung tersebut dapat menyembuhkan korona.

3. Ratusan Orang Tewas di Iran karena Hoax Obat Korona

Kejadian ini bermula ketika masyarakat Iran percaya bahwa dengan mengonsumsi alkohol dengan kandungan metanol, mereka akan sembuh dari virus korona. Nnamun, yang terjadi justru sebaliknya. Sebanyak 300 orang dilaporkan meninggal setelah mengonsumsi zat beracun tersebut karena percaya pada informasi yang keliru.

4. Teori Konspirasi tentang COVID-19

Berita tentang COVID-19 yang tak kalah menghebohkan adalah bahwa COVID-19 adalah bagian dari teori konspirasi. Banyak dari orang-orang yang percaya pada teori konspirasi mengungkapkan bahwa penyakit ini tidaklah nyata. Bahwa COVID-19 itu tidak ada. Tak hanya itu, teori-teori lain juga banyak beredar seperti bahwa virus ini sengaja dibuat oleh China sebagai senjata biologis.

Yang lebih menghebohkan lagi, di Inggris, banyak dari warganya yang mengaitkan pandemi COVID-19 ini dengan jaringan seluler 5G. Sehingga, banyak dari mereka yang akhirnya menghancurkan 70 tiang telepon karena desas-desus tersebut. Selain itu, ada juga yang menghubung-hubungkan pandemi ini dengan isu rasial yang menimpa orang Asia dan China. Bahkan isu bahwa umat muslim sebagai penyebar virus ini juga santer di Delhi, India.

Baca juga : 6 Tips Atasi Hoax dan Cara Mengeceknya

Itu tadi, adalah beberapa berita tentang COVID-19 yang sempat menggegerkan pemberitaan selama pandemi ini. Agar tidak terkecoh dengan berita-berita hoax yang justru bisa membahayakan, sebaiknya kita hanya melanggan berita dari kanal-kanal otoritas resmi tentang COVID-19 seperti WHO, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, atau berita yang disampaikan langsung oleh gugus penanganan COVID-19.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close