umum

5 Aturan PSBB di Jakarta Wajib di Ketahui Warga Jakarta

Aturan PSBB di Jakarta kini kembali diberlakukan setelah kurang lebih tiga bulan lamanya diberlakukan. Hal ini dimungkinkan karena begitu banyaknya korban corona virus yang tak kunjung reda, malah yang ada semakin meraja lela. Maka jadilah pemerintah daerah DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali membatasi sosial berakala besar.

Baca Juga : Ingin Cicipi Masakan Korea? Intip Lima Restoran Milik Personel Suju!

Ada banyak sekali pantangan yang harus kembali dipatuhi oleh warga DKI Jakarta. Beberapa aturan yang kembali diterapkan ini pula sebagai salah satu jalan untuk membatasi penyebaran mata rantai virus corona yang semakin banyak memakan korban jiwa. Kenali daftar aturan psbb yang kembali diberlakukan di kawasan Jakarta ini!

Daftar Aturan PSBB di Jakarta yang Harus Anda Pahami

Menutup Segala Bentuk Fasilitas Umum

Seperti yang telah kita ketahui belakangan ini, bahwa yang namanya penyebaran virus corona dapat berlaku melalui bentuk apa saja sehingga Ibu kota kembali menerapkan aturan PSBB di Jakarta. Warga Jakarta terpaksa harus kembali dalam legiatan yang serba berkebatasan, karena memanh virus corona ini tidak kunjung reda.

Bahkan, untuk mengantisipasi penularan yang srmakin meraja lela, pemerintah DKI Jakarta menutup segala bentuk fasilitas umum yang ada di kota Jakarta. Ragam fasilitas umum ini sangat banyak sekali. Seperti halnya ATM bersama, wartel, dan lain sebagainya. Hal ini diberlakukan demi memutus mata rantai virus corona.

Menjemput Pasien Terkena Positif Covid

Aturan PSBB di Jakarta

Perawatan pasien virus corona sebelum aturan PSBB di Jakarta diberlakuan mungkin saja bisa dikatakan boleh dilakukan secara mandiri di rumah. Namun, ternyata kini pemerintah justru srmakin gencar untuk memutus penyebaran mata rantai virus corona.

Caranya, adalah dengan memaksa pasien terkena positif virus corona untuk diisolasi di tempat khusus penanganan, bukan lagi dirawat atau diisolasi di rumah. Karena jika hal demikian terjadi, bisa dipastikan sekeluarga ada kemungkinan terkena virus yang sama pula, makanya pemerintah ingin segera berakhirlah virus corona ini.

Tidak Ada Klien Makan di Restoran

Dalam kondisi seperti yang demikian ini, virus corona memang terus menyerang tiada akhir. Sehingga, manusia diharuskan untuk tetap beraktivitas secara aman di rumah saja. Beberapa Restoran atau tempat-tempat makan kemungkinan besar memang dibuka.

Akan tetapi, belum ada yang diperbolehkan makan di tempat. Tentu saja hal ini demi memutus mata rantai covid-19, sehingga pemerintah hanya mengizinkan restoran beroperasi, namun untuk melayani Delivery Order saja. Tentu saja serta merta hal seperti ini untuk memutis penyebaran covid-19.

Pasar dan Mall Masih Boleh Beroperasi

Dalam upaya pemutusan mata rantai virus corona, mall dan pasar di Jakarta ini masih boleh beroperasi. Hanya saja, jumlah pengunjungnya juga dibatasi. Mengingat kebutuhan sehati-hati akan makanan maknusia yang mayoritas dibeli di pasar atau mall, maka tidak akan mungkin pemerintah menutup lokasi ini.

Baca Juga : Membuka Bisnis Fashion di Era Pandemi, Begini Cara Mempertahankannya

Sehingga, mezkioun dikhawatirkan terjadi penyebaran virus corona, mall dan pasar akan masih tetap dibuka menimbang kebutuhan pokok manusia kesehariannya, hanya saja memang dengan catatan, bahwa pengunjung pasar tidak boleh melebihi batas maksimum yang telah ditentukan, yakni 50% saja.

Tidak Diperkenankan Membuka Hajatan

Jika keluarga anda memiliki hajat, entah itu berupa pernikahan atau sunatan, maka Pemerintah DKI Jakarta tidak memperkenankan untuk membuka hajatan. Lakuka sederhana saja, syukur pun jika untuk acara pernikahannya bisa dilakukan di Kantor Urusan Agama Saja.

Dan itulah beberapa aturan PSBB di Jakarta yang harus anda pahami.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close