Kesehatan

5 Fakta Minuman Soda, Dampak Kesehatan Waspada!

Novriadi.comFakta minuman soda yang jika dikonsumsi secara terus menerus bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh. Minuman soda memang menjadi minuman favorit di kala cuaca panas, ditambah lagi minuman ini tersaji dalam kondisi dingin tentu sangat menyegarkan di lidah.

Ternyata soda tidak hanya diminum sebagai minuman segar saja, ada sebagian orang yang percaya jika minuman ini mampu menurunkan berat badan ideal atau sebagai diet. Diet soda dipercaya mampu menurunkan berat badan sehingga banyak orang yang melakukan hal ini.

Namun, ternyata dibalik itu ada beberapa dampak kesehatan yang bisa timbul, nah berikut ini ketahuilah fakta minuman soda bagi kesehatan tubuh.

Fakta Minuman Soda

Karena dipercaya rendah kalori, diet soda sering disangka sebagai pilihan sehat, sehingga bisa membantu penurunan berat badan. Apakah itu mitos atau fakta?, simak ulasannya berikut ini:

1. Mengakibatkan penyakit jantung dan diabetes

Pertama fakta minuman soda yang tidak memiliki kalori, gula, dan lemak, diet soda dikatakan bisa memicu terjadinya diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Meski tidak seburuk minuman soda biasa, beberapa penelitian menyebut jika minum diet soda setiap hari bisa menaikkan risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 8-13 persen.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah dari “American Journal of Clinical Nutrition” tahun 2017, diet soda yang mengandung pemanis buatan dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2 pada perempuan pascamenopause sampai 21 persen. Risiko yang lebih besar jika yang diminum yaitu minuman bersoda biasa, yaitu 43 persen.

Selain diabetes, diet soda juga bisa meningkatkan terjdainya risiko penyakit jantung, hipertensi, dan stroke.

Walau begitu, perlu diketahui jika mayoritas penelitian tentang diet soda yang mengandung pemanis buatan dan hubungannya dengan hipertensi, stroke, dan penyakit jantung bersifat observasional. Artinya, ada kemungkinan jika partisipan penelitian punya penyakit penyerta yang memperburuk kondisi dan menganggap diet soda aman, justru sebaliknya.

Baca juga: 5-langkah-jitu-deteksi-kanker-payudara

2. Kelahiran prematur sampai obesitas pada anak

Ibu hamil sangat tidak dianjurkan untuk minuman diet soda. Mengutip sebuah penelitian dari Swedia dalam “The American Journal of Clinical Nutrition” tahun 2012, ditemukan jika dari 60.761 ibu hamil, mereka yang dulunya sering menyukai diet soda lebih bisa mengalami persalinan prematur sampai angka 11 persen.

Selain kelahiran prematur, konsumsi diet soda juga berakibat pada gizi dan tumbuh kembang sang bayi. Penelitian gabungan dari Islandia, AS, dan Denmark yang dimuat dalam jurnal “International Journal of Epidemiology” tahun 2017 menjelaskan, jika sang bayi dan anak akan jadi lebih rentan mengalami obesitas jika sang ibu sering minum diet soda.

3. Tidak bisa menurunkan berat badan

Hasil penelitian menerangkan jika mayoritas diet soda yang tidak mengandung kalori berkontribusi terhadap penurunan berat badan seseorang berkisar sampai 2-2,5 persen. Bahkan, dibilang lebih efektif daripada minum air putih.

Namun, beberapa penelitian gabungan dari Amerika Serikat (AS), Italia, dan Australia tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal “PLOS One”menerangkan dalam berbagai penelitian yang menyebut bahwa diet soda bisa menurunkan berat badan tersebut terlalu bias karena mendapat dukungan dari produsen minuman bersoda. Sehingga tidak bisa dikatakan 100 persen ampuh menurunkan berat badan.

Baca juga: apa-itu-depresi-gejala-penyebab-dan-cara-mengobatinya

4. Buruk untuk kesehatan ginjal

Berdasarkan sebuah penelitian dalam jurnal ilmiah “Clinical Journal of the American Society of Nephrology” tahun 2016, fakta minuman soda yaitu minum diet soda mencapai tujuh gelas per minggu bisa berefek buruk bagi ginjal. 

Sama halnya dengan soda pada umumnya, diet soda memiliki kandungan fosfor yang tinggi, sehingga membuat muatan asam dalam ginjal bisa membengkak. Penelitian menyalahkan gaya hidup yang tidak sehat dan sugesti masyarakat awam jika minum diet soda tidak merusak kesehatan. Namun, justru penyakit ginjal yang akan timbul.

5. Tidak memiliki nilai nutrisi

Dikuti dari berita Healthline, minum diet soda tidak sama sekali ada artinya karena memang nutrisinya nihil, walau di label kemasan mungkin tertera sedikit kandungan vitamin dan mineral.

Meski bisa berbeda pada tiap produk, namun kebanyakan diet soda dibuat dengan bahan utama seperti:

  • Air berkarbonasi
  • Pewarna: Karotenoid, antosianin, dan karamel
  • Pemanis: stevia (murni), aspartam, sakarin, dan sukralosa (buatan)
  • Perasa: sari buah atau perasa buah
  • Pengawet: potasium benzoat
  • Asam: Sitrat, fosfat, atau malat
  • Vitamin dan/atau mineral
  • Kafein: sekitar 35-46 miligram

Dimana beberapa merek diet soda menggunakan pemanis stevia, yaitu campuran 90 kalori dan 24 gula. Justru, menurut penelitian dari Amerika Serikat yang berjudul “Is Diet Soda a Healthy Choice?” dalam jurnal medis “Nursing 2010” dimana beberapa merek menggunakan pemanis buatan yang 200-13.000 kali lebih lebih manis dibanding dengan gula murni. Cukup berbahaya bukan?.

Selain itu, kandungan zat asam yang berlebih pada diet soda sama berbahayanya dengan soda biasa, karena bisa mengikis enamel gigi juga menyebabkan osteoporosis dini.

Baca juga: 8-gejala-depresi

Nah, itulah ulasan dan penjelasan mengenai fakta minuman soda bagi kesehatan, semoga bermanfaat.

Tags

Novriadi

Novriadi.com situs personal yang memberikan informasi baru yang bisa anda ketahui dan anda bisa langsung melihat, membaca dan memahami isi dari artikel. Dan semoga bermanfaat dan memberikan hasil informasi yang baru.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close