Kesehatan

5 Jenis Cedera Ketika Bersepeda Yang Patut Diwaspadai!

Novriadi.com – Jenis cedera ketika seseorang bersepeda patut untuk diketahui, hal ini tidak bisa dianggap sepele karena bisa membahayakan bagi kesehatan tubuh. Kegiatan bersepeda belakangan ini menjadi salah satu kegiatan yang banyak disukai banyak orang. Selain murah, bersepeda juga menjadi satu gaya hidup yang mampu memberikan kesehatan juga perasaan yang bahagia.

Saat bersepeda, kamu bisa bergabung dalam komunitas sepeda, bertemu orang baru dan banyak hal lain yang menyenangkan. Apalagi bersepeda satu olahraga yang membudayakan bebas polusi, di masa pandemi seperti saat ini bersepeda menjadi pilihan terbaik berolahraga santai.

Namun, dibalik keseruan bersepeda ada hal yang patut diketahui, ketika kamu bersepeda tanpa memperhatikan kondisi ini maka akan menimbulkan cedera. Tentu hal ini tidak bisa dianggap sepele, berikut contoh jenis cedera ketika bersepeda.

Jenis Cedera Ketika Bersepeda

Bersepeda memiliki segudang manfaat, seperti meningkatkan kinerja kardiovaskular, peningkatan kekuatan otot sampai penurunan tingkat stres, kecemasan dan depresi. Namun siapa sangka jika tidak berhati – hati juga menimbulkan resiko cedera, seperti:

1. Fraktur

Jenis cedera ketika bersepeda pertama yaiu fraktur. Berdasarkan jurnal “The Epidemiology of Cycling Fractures in Adults” yang mengatakan, 90,5 persen fraktur yang dialami oleh pesepeda yaitu fraktur ekstremitas atas. Sementara, data Royal Infirmary of Edinburgh menyebut jika ada 259 dari 7.100 kasus fraktur disebabkan karena bersepeda terlalu keras.

Dimana usia pasien fraktur akibat bersepeda yaitu 39,3 tahun. 86,5 persen dari semua kasus fraktur bersepeda terjadi pada bagian atas tungkai, 10,8 persen terjadi di tungkai bawah dan 2,7 persen terjadi di tulang belakang atau panggul. Dan 64,5 persen fraktur disebabkan karena adanya kecelakaan lalu lintas saat bersepeda di jalan.

Baca juga: olahraga selain bersepeda saat new normal terekomendasi

2. Memar dan Luka

Jangan heran jika bersepeda berarti berani menghadapi risiko terjatuh. Ditambah, ketika kamu terjatuh sangat keras saat bersepeda dengan kencang, maka luka yang dihasilkan akan semakin parah. Seperti, memar, luka dan goresan yang hanya bersifat sementara dan bisa sembuh dengan diberikan obat antiseptik yang dioleskan ke luka.

Jika kamu terjatuh, maka segera basuh luka dengan air mengalir dan keringkan. Lalu, oleskan obat antiseptik atau krim antibiotik, dan balut dengan kain kasa. Jika luka sudah kering, maka kain kasa bisa dilepasdan biarkan terkena udara. Namun, jika luka terlalu parah, maka perlu perawatan medis dengan cara dijahit atau operasi.

3. Nyeri Pada Lutut

Survey membuktikan adanya sebanyak 23-33 persen pesepeda pernah mengalami yang namanya nyeri lutut. Umumnya, nyeri ini timbul saat bersepeda dalam durasi lama dan berlatih terlalu keras. Saat mengayuh, maka jaringan ikat akan tegang, dan menyebabkan peradangan dan rasa sakit. Ciri nyeri lutut seperti mengalami sakit di bagian tempurung lutut.

Nyeri lutut di bagian depan lebih sering terjadi dibanding di bagian belakang. Cara mengatasinya, yaitu dengan menurunkan sadel dan memajukan sadel lebih dekat pada setang sepeda. Atau untuk pencegahan, lakukan pemanasan lebih dahulu selama 15 menit, terlebih jika kamu hendak bersepeda dengan durasi waktu yang lama dan berjarak jauh.

Baca juga: 5 rekomendasi merk sepeda lipat terpopuler

4. Lecet di Selangkangan

Berikutnya jenis cedera ketika bersepeda yaitu selangkangan yang memiliki risiko lecet setelah bersepeda, ditambah jika sadelnya keras. Durasi bersepeda juga bisa menimbulkan lecet, terlebih jika bersepeda selama berjam-jam. Dampaknya, akan merasa tidak nyaman saat bersepeda, duduk dan juga berjalan. Ada tiga tahap lecet, yaitu abrasi kulit, folikulitis sampai pada abses.

Untuk mencegah hal itu tidak terjadi, maka coba ganti sadel sepeda yang keras menjadi lebih empuk. Dengan begitu, sadel tidak menggesek kulit dan menimbulkan lecet. Dan coba gunakan celana khusus bersepeda yang memiliki bantalan busa yang empuk di bagian selangkangan. Pilih busa yang lentur juga cukup tebal untuk melindungi dari masalah lecet.

5. Disfungsi Seksual

Apakah memang benar bersepeda bisa menyebabkan adanya disfungsi seksual?. Secara faktanya, laki-laki yang menghabiskan waktu terlalu banyak untuk bersepeda, akan lebih rentan mengalami masalah ereksi. Namun akan semakin parah jika sadel sepeda terlalu keras dan terjadi goncangan ketika bersepeda. Ditambah rute jalan yang tidak baik dan menimbulkan gerakan ekstrem. 

Alasannya, jika duduk di sepeda dalam waktu yang lama akan memberi tekanan pada area perineum, area yang membentang antara anus dan penis. Pentingnya, di dalam perineum ada arteri dan saraf yang memasok darah kaya oksigen pada penis. Hasilnya, disfungsi seksual bisa saja terjadi jika tidak waspada.

Baca juga: 5 tips aman bersepeda saat pandemi corona

Demikian ulasan mengenai jenis cedera ketika bersepeda yang harus diwaspadai. Semoga bermanfaat.

Tags

Novriadi

Novriadi.com situs personal yang memberikan informasi baru yang bisa anda ketahui dan anda bisa langsung melihat, membaca dan memahami isi dari artikel. Dan semoga bermanfaat dan memberikan hasil informasi yang baru.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close