Kesehatan

5 Minyak Essensial Penghilang Mual, Patut Dicoba!

Novriadi.comMinyak essensial penghilang mual yang bisa digunakan untuk mencegah gejala tersebut. Minyak yang tidak hanya memiliki harum yang segar namun juga khasiat bagi kesehatan. Minyak yang dibuat dengan ramuan bahan alami memiliki kandungan yang aman sehingga baik digunakan untuk kebutuhan sehari – hari.

Beberapa manfaat dari minyak essensial yaitu mampu bekerja untuk membunuh bakteri, mengendurkan otot, meredakan rasa sakit, meningkatkan pencernaan, dan juga mengatasi rasa mual. Karena tidak mengandung efek samping dan risiko berlebih, minyak ini menjadi pengobatan ala rumahan yang terkenal untuk semua jenis kondisi kesehatan seperti kehamilan, iritasi pada lambung, vertigo, refluks gastro-intestinal, dan kondisi lainnya.

Untuk mengetahui apa saja jenis minyak essensial penghilang mual, berikut ulasannya.

Minyak Essensial Penghilang Mual

Ingin tahu minyak essensial jenis apa saja yang bisa mengatasi rasa mual yang timbul akibat banyak hal, yuk simak penjelasannya di bawah ini:

1. Minyak spearmint

Minyak essensial penghilang mual yang bisa kamu coba yaitu minyak spearmint. Minyak yang serupa dengan minyak papermint ini memiliki kandungan yang baik untuk menghilangkan rasa enek dan mual akibat masuk angin atau penyakit lainnya.

Sama seperti minyak peppermint dan jahe, minyak atsiri spearmint bisa digunakan pada titik tekanan tubuh, dengan cara digosokkan secara lembut ke perut dan area usus, dan disebarkan ke udara untuk menghilangkan rasa mual.

Aroma spearmint yang menyegarkan memiliki komponen mentol dari minyak ini bisa membantu kamu merasa lebih lega dan bernapas walau sedang merasa mual.

Baca juga: 5 manfaat minyak oregano

2. Minyak jahe

Minyak esensial jahe dipercaya juga sebagai obat mengatasi mual dan mabuk perjalanan. Minyak jahe bisa digunakan pada diffuser, atau dengan ditekan – tekan pada dahi dan pergelangan tangan, dan digosokkan langsung ke perut juga bisa.

Sebuah uji klinis menerangkan jika obat ini sangat efektif untuk orang yang mengalami mual ketika dalam pemulihan dari anestesi bedah. Jahe juga dianggap aman untuk wanita hamil yang mengalami mual pada kondisi trimester tertentu.

3. Minyak kapulaga

Kapulaga merupakan rempah dan masih dalam keluarga yang sama dengan jahe yang memiliki sifat dan aroma yang menyegarkan.

Dimana sebuah uji klinis untuk mual pasca-operasi, minyak kapulaga digunakan dalam campuran minyak esensial lain, dan ditemukan kapulaga menjadi agen antimual jika dicampur dengan minyak esensial lainnya.

Kamu bisa mencampur beberapa tetes minyak atsiri kapulaga bersama minyak esensial lain ke dalam diffuser. Dan aroma kapulaga dengan wangi yang khas, cepat membantu kamu merasa rileks, mengurangi rasa mual dan kecemasan akibat penyakit tertentu.

Baca juga: 5 manfaat minyak eucalyptus

4. Minyak adas

Lalu minyak essensial penghilang mual yaitu minyak adas. Minyak yang juga dikenal untuk mengatasi rasa mual yang timbul sewaktu – waktu akibat sakit atau operasi. Cukup oleskan pada bagian tubuh yang sedang mual atau gosok secara perlahan sampai aroma minyak tercium. Namun jangan terlalu banyak dan sering karena bisa menyebabkan risiko pada kulit bagi yang memiliki jenis kulit sensitif.

5. Minyak peppermint

minyak,

Beberapa peneliti percaya, jika minyak peppermint juga bisa membantu melemaskan otot pada lambung dan menjaga dari kram atau kontraksi. Karena itu, beberapa ahli menyarankan untuk mengkonsumsi teh peppermint jika merasa mual, atau mengoleskan minyak esensial untuk mendapatkan efek yang menenangkan. Bisa digunakan setiap hari atau sesuai dengan kebutuhan.

Saran Menggunakan Minyak Essensial

Berikut ini contoh sebelum kamu menggunakan minyak ini, maka disarankan untuk beberapa hal yaitu:

  • Jangan gunakan secara berlebihan. Minyak esensial untuk pereda mual menjadi obat dengan risiko rendah. Namun, ada beberapa orang yang tidak boleh menggunakan minyak ini. Seperti, paparan berlebihan dari mentol yang terkandung pada peppermint dan spearmint yang bisa melukai kulit dan lavender yang menyebabkan dermatitis.
  • Tidak menggunakan langsung ke kulit. Jika ingin menggunakan minyak ini secara sering dan langsung ke kulit, gunakan dengan minyak dasar yang lembut, seperti minyak jojoba dan minyak kelapa. Hal ini agar permukaan kulit bisa terhindar dari efek terbakar atau iritasi.
  • Jangan menghirup langsung uap minyak dari diffuser atau dispenser uap, karena bisa mengiritasi selaput lendir. Jika mual masih terasa lebih dari 48 jam, atau mulai menunjukkan tanda dehidrasi, maka hentikan penggunaan minyak ini dan segera periksa kondisi ke dokter.
  • Cek produk. Untuk memastikan produk yang alami dan aman, ada baiknya kamu melakukan pengecekan pada label kemasan pada produk yang dibeli. Atau, tanyakan kepada ahli aromaterapi yang ada.
  • Hanya untuk mual. Aroma minyak esensial ini digunakan hanya untuk membantu mengatasi mual ringan, namun tidak bisa menyembuhkan sumber mual jika kamu memiliki infeksi bakteri atau virus di dalam tubuh. Maka hal tersebut harus diimbangi dengan pemeriksaan ke dokter ahli.

Nah, demikianlah beberapa ulasan mengenai minyak essensial penghilang mual yang bisa kamu coba.

Tags

Novriadi

Novriadi.com situs personal yang memberikan informasi baru yang bisa anda ketahui dan anda bisa langsung melihat, membaca dan memahami isi dari artikel. Dan semoga bermanfaat dan memberikan hasil informasi yang baru.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close