Kesehatan

Bahaya Disinfektan Bisa Sebabkan Kematian, Waspada!

Novriadi.com – Bahaya disinfektan yang bisa menyebabkan kematian jika digunakan berlebihan dan salah. Disinfektan merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mencegah berkembangnya mikroorganisme seperti bakteri dan juga virus.

Disinfeksi atau pembersihan kuman dengan cara penyemprotan cairan kini sering dilakukan untuk mencegah penularan virus corona. Walau sejumlah bahan disinfektan terbilang cukup ampuh menangkal virus ini, namun jika salah dalam penggunaan disinfektan maka bisa membahayakan kesehatan. bahkan sampai pada kematian.

Berikut ini akan dibahas mengenai Bahaya Disinfektan Bisa Sebabkan Kematian yang harus kamu waspadai.

Alasan Mengapa Disinfektan Berbahaya Bagi Kesehatan

Salah sau organisasi dunia yaitu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah memberikan peringatan agar publik tidak sembarangan dalam menggunakan cairan disinfektan untuk mencegah virus corona. Penyemprotkan disinfektan yang berbasis alkohol atau klorin pada tubuh tidak dapat membunuh virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Penyemprotan disinfektan ke tubuh justru akan membahayakan kesehatan jika berlebihan. Peneliti dari kedokteran luar negeri menjelaskan, jika penggunaan disinfektan dengan cara dihirup, disuntikkan, ditelan, atau disemprotkan ke tubuh sangat berbahaya. Justru, dampak keracunannya bisa sampai mematikan. 

Baca juga: 5 tips aman bersepeda saat pandemi corona

Agar bisa memahami bahaya kesehatan penggunaan disinfektan secara sembarangan, seseorang perlu mencermati label keamanan produk disinfektan. Disinfektan yang memiliki bahan pemutih yang mengandung klorin salah satunya, produk jenis korosif atau bisa menggerus pada logam. Jika logam saja bisa terkikis, bayangkan apa efek bagi kulit atau organ dalam seseorang jika terkena cairan tersebut. Cairan disinfektan yang masuk ke dalam tenggorokan juga tidak kalah berbahaya bagi kesehatan. Jika cairan diinfektan sampai terminum atau terhirup dapat melukai tenggorokan, kerongkongan, sampai perut. Seseorang akan susah menelan asupan karena tenggorokan terasa sakit, mulut akan terus-menerus mengeluarkan air liur, kesulitan untuk bernapas, muntah, sakit perut, dan nyeri pada dada. 

Kenali Efek Apa Disinfektan

Cairan disinfektan yang terhirup juga bisa menyebabkan masalah pada pernapasan parah dan menimbulkan syok akibat paru-paru yang rusak. Sementara cairan disinfektan yang disuntikkan ke dalam tubuh bisa berdampak pada ginjal dan menyebabkan pembekuan darah. Kondisi seperti ini rentan mengancam keselamatan jiwa seseorang. Selain klorin, produk disinfektan yang berbahan pada hidrogen peroksida juga tidak kalah berbahaya jika tidak digunakan dengan cara yang tepat. Jika disinfektan berbasis hidrogen peroksida sampai tertelan, maka tenggorokan bisa melepuh. Korban bisa kesulitan untuk bernapas, mengalami pendarahan pada lambung, koma, bahkan sampai meninggal dunia. Untuk itu, perlu berhati-hati dalam menggunakan produk disinfektan ini. 

Baca juga: 7 tren teknologi baru saat pandemi corona yang menguntungkan

Sebauknya gunakan cairan disinfektan hanya untuk mendisinfeksi benda-benda yang sering disentuh seperti permukaan meja, gagang pintu, sampai lantai. Cara untuk mencegah penularan virus coorna terbaik yaitu dengan rajin mencuci tangan, tinggal di rumah kecuali memiliki kepentingan mendesak, mengkonsumsi asupan bergizi seimbang, cukup istirahat, dan rutin berolahraga. Ketika berada di luar rumah, selalu gunakan masker dan jaga jarak aman dari orang sekitar minimal berjarak dua meter. 

Jika memang terpaksa harus menggunakan cairan disinfektan maka konsultasikan dengan ahli atau paling tidak ada orang yang mendampingi. Perlu diingat juga apabila cairan ini sampai terkena mata, maka akan menyebabkan mata iritasi, kerusakan pada retina, dan bisa menimbulkan kebutaan. Jadi jangan sepelekan menggunakan bahan kimia ini.

Dan selain itu hindari setelah menggunakan cairan ini tidak berada dekat dengan jangkauan anak-anak. Orang dewasa saja bisa berdampak serius apalagi jika terkena anak-anak.

Bahan Disinfektan Untuk Virus Covid 19

Perlu diketahui menggunakan disinfektan tentu harus memperhatikan bahan yang dipakai. Ketahui takaran dan juga tingkat kimia dalam bahan tersebut. Virus corona adalah jenis virus yang dilapisi selubung. Untuk menangkal jenis virus ini, maka dibutuhkan zat kimia khusus yang mampu menembus selubung lapisan lemak virus tersebut.  

Berikut contoh daftar zat kimia yang bisa ditemukan dalam produk sehari-hari yang ampuh untuk menangkal virus corona

  • Hydrogen peroxide: kadar 0.5%
  • Benzalkonium chloride, quaternary ammonium, alkyl dimethyl benzyl ammonium chloride: kadar 0.05%
  • Chloroxylenol: kadar 0.12%
  • Ethyl alcohol atau ethanol: kadar 62-71% Iodine in iodophor: kadar 50 ppm Isopropanol atau 2-propanol: kadar 50%
  • Pine oil: kadar 0.23% Povidone-iodine: kadar 1%
  • Sodium hypochlorite: kadar 0.05–0.5%
  • Sodium chlorite: kadar 0.23% 
  • Sodium dichloroisocyanurate: kadar 0.1-0.5%

Dimana bahan tersebut tersedia dalam produk seperti pemutih pada pakaian, pembersih kamar mandi, dan cairan pel lantai.

Baca juga: waspada virus corona bermutasi jenis baru

Panduan Keamanan Bahan Disinfektan 

Beberapa petunjuk keamanan dari bahan kimia untuk cairan disinfektan antara lain yaitu:

  • Produk mengandung pemutih (seperti hypochlorite, chlorite, sodium hypochlorite) harus diencerkan dengan air. Tidak untuk diaplikasikan ke kulit. Penyemprotkan pada kain atau pakaian bisa bikin warna kain pudar. KHusus logam, bilas dengan lap basah setelah 10 menit.
  • Produk mengandung alkohol (seperti ethanol, isopropanol) mudah terbakar, namun aman untuk disinfeksi pada benda yang permukaannya cukup keras. Sebagai antiseptik, terkadang alkohol membuat kulit sebagian orang mudah kering dan iritasi. Produk mengandung pemutih dan detergen (hidrogen peroksida) digunakan untuk disinfeksi pada benda, namun harus diencerkan dengan air juga takaran pas. Waspada iritasi pada mata, kulit, saluran pernapasan ketika penyemprotan.
  • Produk mengandung larutan antiseptik (seperti povidone-iodine) harus diencerkan untuk diinfeksi kulit. Hindari penggunaan khususnya penderita tiroid, bayi, ibu hamil, dan gangguan ginjal. Waspada bagi yang memiliki kulit sensitif. Supaya lebih aman, proses disinfeksi atau penyemprotan pada permukaan benda yang rentan terpapar kuman dengan menggunakan sarung tangan.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai Bahaya Disinfektan Bisa Sebabkan Kematian. Semoga menjadi manfaat.

Tags

Novriadi

Novriadi.com situs personal yang memberikan informasi baru yang bisa anda ketahui dan anda bisa langsung melihat, membaca dan memahami isi dari artikel. Dan semoga bermanfaat dan memberikan hasil informasi yang baru.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close