bisnis

Investasi Saham di Unilever Terima 100% Dividen

Investasi Saham di Unilever Terima 100% Dividen- Saat ini melalui website Unilever tercatat bahwa sekitar 15% saham berada di market bursa saham. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sejak pertama kali di 1982 saham Unilever masuk BEI. Selain itu Unilever Indonesia beberapa tahun terakhir selalu membagikan dividen tunai dari keuntungan bersih yang ditetapkan melalui rapat pemegang saham tahunan (RUPST) nyaris 100% yakni diangka presentase 99,9%. Keputusan tersebut dikarenakan anggaran dasar Unilever selama 8 tahun terakhir menerima laba bersih yang besar. Bahkan di dua tahun terakhir nilai dividen interim dan dividen final Unilever di laporkan mengalami kenaikan.

Investasi Saham di Unilever Terima 100% Dividen

Banyak investor pemula dalam kategori usia milenial tertarik untuk berinvestasi pada Unilever Tbk. Semua itu dikarenakan produk-produk yang dimiliki Unilever dianggap selalu menguasai pasar. Sebagai contoh , coba anda pastikan, apakah alat-alat mandi yang anda gunakan adalah produk dari Unilever. Untuk bisa membeli saham dari Unilever kamu bisa membelinya di Yuk Nabung Saham atau Reksadana.  Kenaikan saham Unilever bisa mencapai 55%. Tidak bisa dipungkiri bahwa saham milik Unilever mempengaruhi pergerakan IHSG yang naik hanya sebesar 38%.

Kamu pasti sudah mengetahui bahwa rekening tabungan biasa dengan rekening saham adalah dua hal yang berbeda. Sebelum kamu melanjutkan baca. Harap dicatat point pertama sebelum mulai berinvestasi adalah kepemilikan tabungan saham.

Baca juga : Investasi Reksadana

Investasi Saham di Unilever Terima 100% Dividen

Investasi Saham di Unilever Terima 100% Dividen

Para investor memilih untuk menginvestasikan dana mereka dalam bentuk investasi jangka panjang. Hal tersebut tidak lepas dari besarnya kapitalisasi market Unilever yang mencapai Rp 341 Triliun. Ditambah dengan upaya ekspansi Unilever di bidang digital market. Unilever-pun sudah bekerja sama dengan sejumlah e-commerce besar Indonesia, seperti Tokopedia dan Shopee. Nampaknya ekspansi ini menarik investor muda untuk merapat. Produk Unilever dapat dibeli hanya dengan menggunakan ponsel konsumen.  Bekerjasama dengan perusahaan –perusahaan sekelas Tokopedia dan Buka Lapak. Disamping itu Unilever juga memutuskan memproduksi produk yang memiliki fungsi pakai dan ramah lingkungan.

Kepercayaan diri Unilever untuk menggaet investor-investor baru patut diacungi jempol. Unilever sendiri menyatakan bahwa eksistensi pelanggan dan konsumen lah yang menentukan bisnis Unilever bisa berjalan. Karenanya Unilever sangat memperhatikan dan selalu menjawab setiap kebutuhan mereka. Dalam menjalankan bisnisnya Unilever mengakui bahwa bisnis harus memiliki nilai-nilai yang sederhana, diantaranya transparansi perusahaan, dan inovasi yang terus dikembangkan oleh perusahaan. Salah satu bentuk inovasi Unilever menandatangani jasa penyedia ETS atau Enterprise Technology Solutions bersama Unilever Europe Business Centre. Layanan ETS mencakup layanan sumber daya manusia bisnis dan keuangan, analis dan layanan inovasi. Nilai kerjasama ini senilai 250 Milyar.

Pada tahun 2018 Unilever memutuskan menjual produk Blue Band. Keputusan tersebut tidak menganggetkan, sebab Unilever mengetahui arah pasar sudah berubah. Produksi margarin dianggap tidak lagi cocok memenuhi kebutuhan konsumer yang mulai beralih ke arah produk yang lebih sehat. Fast moving consumer goods di Indonesia tahun 2019 melemah karena pasar konsumen pun mulai berubah. Mayoritas penduduk Indonesia yang berusia muda lebih menyukai membeli produk yang sudah jadi, daripada pergi ke supermarket dan membeli produk konsumen seperi dahulu. Hal tersebut berdampak pada neraca penjualan Unilever yang mengalami penurunan sebanyak 5%.

Baca juga : Investasi Bitcoin

Investasi Saham di Unilever Terima 100% Dividen

Unilever yang sebelumnya tidak pernah masuk zona merah bursa saham. Pada Agustus kemarin hingga November harus puas dengan posisi saham mereka pada angka 42.600 (minus 0,47%). Penurunan ini diakibatkan oleh rasa pesimistik masyarakat terhadap produk konsumer. Dari sisi pergerakan saham yang melambat, tidak menyurutkan keinginan investor untuk berinvestasi. Mengingat status saham blue chip Unilever merupakan saham defensif. Saham defenif merupakan saham yang tidak akan terpengaruh oleh perubahan laju ekonomi.

Mari kita melihat sedikit kebelakang pada laporan keuangan Unilever. Aset yang dimilik oleh Unilever sebesar 22.8 Triliun, total tersebut mengalami kenaikan 2%. Piutang lancar milik Unilever adalah sebesar 4 Triliun. Piutang lancar memiliki tempowaktu bayar 6 bulan -1 tahun. Pada data Liabilitas Unilever tercatat meminjam pada Bank sebagai pinjaman lancar naik sebanayak 389% dari 460 miliar menjadi 2,2 Triliun. Penjualan bersih naik dengan total 32 Triliun.Disusul nilai laba kotor yang juga naik menjadi 16,4 Triliun. Pada laba bersih terjadi penurunan sebanyak 24% dinominal 5,5 Triliun. Ekuitas Unilever menurun menjadi 6,8 Triliun. Penyebab dari turunnya nilai ekuitas karena Unilever membagi dividen sebesar 5,9 Triliun . Hingga saat terakhir saya periksa nilai ekuitas hanya bertumbuh sebanyak 5%.

Unilever melakukan stock split atau mengubah nilai nominal saham sehingga harga saham Unilever menjadi lebih terjangkau bagi investor. Stok split secara psikologi membuat harga saham terlihat murah sehingga menarik investor baru untu berinvestasi. Usulan stok split di sampaikan pada RUPS LB.  Saham di pasarkan dengan harga 42.300/lembar skala 1:5. Stock split sebenarnya tindakan perusahaan untuk memecah nominal saham. Tanpa berimbas menambah nilai dari saham itu sendiri.  Harapan baru bagi investor-investor yang sebelumnya tidak bisa masuk menjadi bisa membeli. Stock split Unilever bukan yang pertama kali dilakukan, pada tahun 2000 saham 1:10. Tahun 2003 1:10.

Baca juga : Investasi Emas

Investasi Saham di Unilever Terima 100% Dividen

Demikian penjelasan tentang saham blue chip Unilever. Jika kamu memilih Unilever untuk investasi jangka panjang penurunan diatas tidak akan menjadi masalah. Sebab bila kita tarik garis lulus pada grafik, Unilever selalu mendapatkan keuntungan. Tips buat kamu yang masih baru berinvestasi. Nilai saham turun itu merupakan hal yang biasa karena setelah turun maka saham akan rebound kembali. Jadi tidak perlu panik apalagi sampai menjual saham sekelas Unilever. Kesempatan split saham yang diberlakukan oleh Unilever bisa dimanfaatkan oleh para investor dengan dana terbatas. Kamu bisa membeli saham saat diwaktu saham melemah.

Akhir tahun 2019 juga akan diwarnai oleh saham-saham blue chip yang memberi diskon pada harga saham mereka. Bukan karena perusahaan-prusahaan tersebut performanya turun. Melainkan sebagai strategi bisnis bangkit dari lambatnya pergerakan laju saham di bursa. Momen seperti itu bisa kamu manfaatkan untuk mengambil peluang untung. Pilih perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang good consumer. Selain terbukti tidak terpengaruh nilai fluktuatif. Saham dalam bidang tersebut 10 sampai 20 tahun kedepan akan selalu memiliki kapitalisasi pasar yang besar.

Baca juga : Investasi Emas Digital

Demikian serba-serbi tentang Unilever. Menurut kamu strategi bisnis yang Unilever lakukan tergolong inovasi bisnis? Seberapa jauh kamu ingin menginvestasikan danamu pada perusahaan Unilever? Silahkan jawab masing-masing dan pastikan apa alsannya. Seperti biasa saya ingin mengingatkan, sebelum memulai berinvestasi pastikan tujuan kamu berinvestasi adalah apa? Kemudian periksa flow keuanganmu. Menjadi diri sendiri dan percaya pada intuisi serta analisamu.

Tags

Novriadi

Novriadi.com situs personal yang memberikan informasi baru yang bisa anda ketahui dan anda bisa langsung melihat, membaca dan memahami isi dari artikel. Dan semoga bermanfaat dan memberikan hasil informasi yang baru.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close