umum

Mengenal Hyper Empathy Yang Patut Kamu Kenali, Waspadai!

Novriadi.comMengenal hyper empathy yang bisa membuat kamu bisa dimanfaatkan oleh banyak orang atau kondisi. Memiliki kemampuan dalam berempati pada orang lain menjadikan itu hal yang luar biasa. Ini menandakan kamu merupakan seseorang yang baik dan tidak egois. Walau demikian, dalam beberapa kasus tertentu empati yang dimiliki seseorang bisa menjadi masalah bagi dirinya sendiri.

Hal ini terjadi jika kamu mulai merasa terlalu peduli pada kondisi orang lain, sampai lupa untuk mengurus diri sendiri. Jika kondisi ini semakin berlarut, maka bisa berakibat serius, kamu akan merasa tidak nyaman dengan diri sendiri dan melupakan hak yang harus kamu penuhi.

Karena itulah, pentingnya untuk mengenali apakah kamu termasuk hyper empathy ataukah biasa saja. Berikut ini beberapa fakta mengenai mengenal hyper empathy yang patut kamu ketahui.

Mengenal Hyper Empathy

Nah, ini dia tanda dari indikasi keadaan seseorang menderita hyper-empathy,  atau empati berlebihan. Simak ulasannya di bawah ini:

1. Terlalu Mudah Memaafkan

Mengenal hyper empathy pertama yaitu orang yang hebat yaitu orang yang mampu memaafkan baik orang lain atau untuk dirinya sendiri. Ini menjadi bukti jika kamu memiliki hati yang besar. Namun sayang, seseorang dengan empati yang berlebihan sangat mudah memaafkan, sehingga membuat orang lain tidak merasa bersalah saat menyakitinya. Sifat terlalu pemaaf ini membuat mereka kurang menghargai perasaan yang kamu miliki. 

Walau begitu, tidak berarti kamu harus menjadi seorang pendendam untuk berhenti menjadi seorang hiper-empati. Hanya perlu diingat, jangan terlalu mudah memberi kesempatan kedua pada seseorang yang jelas terlalu sering menyakiti kamu, dan melakukan kesalahan yang sama. Karena hal yang sama akan terulang kembali. 

Baca juga: 5 aplikasi kesehatan rekomendasi untuk mengontrol harian anda

2. Mempengaruhi Secara Fisik

Perbedaan utama orang empati dan hiper-empati yaitu terletak pada reaksi seseorang. Saat melihat orang yang kamu sayangi mengalami kondisi sulit, orang berempati akan mampu untuk turut merasakannya. Dan, kamu juga mampu membaca tanda yang tidak bisa diungkapkan oleh orang tersebut, karena sisi emosional yang sensitif. 

Nah, berbeda dengan orang yang hiper-empati dimana kondisi satu ini membuat seseorang menjadi terpengaruh, bahkan sakit karena fisik. Kamu akan ikut menangis jika melihat orang lain menangis, dan merasa pusing, kesal, juga kehilangan nafsu makan karena masalah orang lain. 

3. Merasa Capek Dengan Masalah Orang Lain

Bukan tidak bersimpati dengan orang lain, kamu juga akan benar – benar telah diperdaya oleh masalah orang lain. Kamu merasa kesulitan fokus pada hidup sendiri, karena terlalu masuk dalam kesengsaraan orang di sekitar kamu, dan pada akhirnya dihantui oleh perasaan tersebut. 

Ketika seseorang membagi permasalahannya pada dirimu dan kamu tidak hanya memberi saran, melainkan ikut merasa terkuras emosi, mental dan pikiran, maka kamu jelas menderita hiper-empati. 

Baca juga: apa itu depresi gejala penyebab dan cara mengobatinya

4. Merasa Tidak Enak Dengan Orang Lain

Mengenal hyper empathy selanjutnya yaitu ketidakmampuan untuk berkata tidak atau menolak keinginan seseorang. Tidak peduli seperti apa kondisi dan selelah apapun, kamu akan menemukan waktu dan kekuatan untuk membantu orang lain.

Hal ini terkesan baik, namun menjadi buruk saat seorang hiper-empati tetap menyediakan diri dalam menangani masalah, bahkan saat orang tersebut tidak meminta kamu akan melakukannya dengan tulus. 

Hal ini bisa membuka kesempatan bagi orang lain untuk mengambil keuntungan dari kamu. Membuat orang lain tanpa sadar terus meminta untuk menyelesaikan setiap masalahnya, dan pada akhirnya kamu yang akan menderita dan bisa jadi tersakiti. 

5. Sulit Mengendalikan Emosi

Disaat seseorang terserang hiper-empati, maka emosi cenderung mengendalikan dan bukan sebaliknya. Kamu akan selalu mengikuti kata hati, sampai serasa tidak bisa menghentikan keputusan yang dibuat oleh perasaan kamu. Bukan lagi logika, perasaan dan dorongan hati juga akan memimpin sepenuhnya. Sehingga akan sulit untuk tidak mengikuti alur emosi kamu.

Baca juga: 7 kiat sehat di masa pandemi yang patut diketahui

Nah, itu dia mengenal hyper empathy pada diri seseorang yang sedang menderita hiper-empati. Jika tanda tersebut sudah ada, mulai kendalikan hati juga emosi. Jangan sampai empati yang kamu punya membuat mengabaikan pada diri sendiri.

Tags

Novriadi

Novriadi.com situs personal yang memberikan informasi baru yang bisa anda ketahui dan anda bisa langsung melihat, membaca dan memahami isi dari artikel. Dan semoga bermanfaat dan memberikan hasil informasi yang baru.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close