bisnis

√ Pengertian Asuransi Syariah | Manfaat dan Perbedaannya

Seperti yang Anda tahu semakin marak saja produk perbankan yang berbasis syariah pada saat ini, khususnya produk-produk keuangan mulai dari bank syariah, properti syariah sampai merambah juga ke lembaga non keuangan asuransi syariah. Sudah banyak perusahaan asuransi yang beralih menjadi perusahaan asuransi syariah. Hal ini karena semakin banyaknya masyarakat yang menghindari suatu hal yang bersifat riba.

Ada banyak perusahaan asuransi syariah yang ada pada saat ini juga. Walaupun demikian tidak jarang  ada beberapa orang yang masih belum paham mengenai sebenarnya apa itu asuransi syariah dan apa saja manfaat dan juga keuntungan dari asuransi syariah tersebut.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian asuransi syariah lengkap dengan manfaat dan keuntungannya. Langsung saja simak ulasannya berikut ini mengenai Pengertian Asuransi Syariah.

Baca juga : Pengertian Asuransi

Pengertian Asuransi Syariah

Pengertian Asuransi Syariah

Pengertian asuransi syariah sama dengan pengertian asuransi pada umumnya. Pengertian asuransi syariah menurut Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia yaitu suatu usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset dana tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad atau perjanjian ikatan yang sesuai dengan syariah islam. Dalam hal ini perusahaan asuransi syariah bertanggung jawab untuk mengelola dana tabarru tersebut.

Dalam praktek dan menjalankan kegiatannya, perusahaan asuransi syariah menggunakan prinsip syariah atau prinsip yang sesuai dengan aturan islam yaitu prinsip tolong menolong. Hal ini berbeda dengan perusahaan asuransi konvensional yang menerapkan kontrak jual beli.

Sama seperti asuransi konvensional, asuransi syariah juga memiliki banyak jenis produk seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi kendaraan dan lain sebagainya.

Baca juga : Pengertian Klaim Asuransi

Manfaat Asuransi Syariah

Manfaat Asuransi Syariah

Untuk lebih jelasnya berikut beberapa manfaat asuransi syariah yang akan membuatnya berbeda dengan asuransi konvensional yang ada saat ini.

1. Menerapkan Prinsip Tolong Menolong

Asuransi syariah menerapkan sebuah prinsip tolong menolong dengan konsep donasi. Sehingga pada saat membeli asuransi berbasis syariah sebagai peserta asuransi sama artinya Anda mendonasikan sebagian dana untuk membantu peserta asuransi lainnya yang terkena musibah.

2. Menerapkan Sistem Risk Transfer Bukan Risk Sharing

Dengan diterapkannya konsep ini maka tidak akan kehilangan dana yang sudah didonasikan atau diinvestasikan. Hal ini karena pada periode tertentu, semua keuntungan yang diperoleh akan dibagikan secara merata kepada kedua belah pihak sehingga konsep risk sharing dirasa lebih adil dan bisa menguntungkan.

3. Tidak Mengenal Dana Hangus Karena Menerapkan Konsep Wadiah

Asuransi syariah menggunakan konsep wadiah atau titipan sehingga memberikan pola pengembalian untuk dana peserta dari rekening peserta asuransi  yang sudah dipisahkan dengan rekening dana tabarru.

Pembebanan biaya operasional ditanggung oleh pemegang polis asuransi dan ini hanya terbatas hanya pada kisaran 30% dari premi. Hal ini berbeda dengan asuransi konvensional karena akad yang digunakan dalam asuransi syariah yaitu akad wadiah.

Dengan konsep ini peserta asuransi umum syariah akan mendapatkan keuntungan untuk menerima kembali sebagian premi jika tidak di klaim sampai jatuh tempo. Jika pada waktu tertentu peserta mengalami kerugian, maka perusahaan asuransi akan memberikan ganti rugi peserta untuk kerugian, kerusakan atau kehilangan yang terjadi.

3. Lebih Transparan

Pengelolaan dana di perusahaan syariah menggunakan konsep pembagian yang jelas di awal akad seperti risiko dan keuntungan yang akan dibagi. Tidak hanya itu, pengelolaan dana tabarru dilakukan secara transparan kepada peserta asuransi.

4. Tidak Ada Riba dan Larangan

Jenis asuransi syariah satu ini tidak mengandung riba atau segala hal yang dilarang atau tidak sesuai dengan syariat islam dalam segala aktivitasnya.

5. Diawasi Dewan Pengawas Syariah

Dalam melakukan aktivitas atau kegiatannya, perusahaan asuransi syariah diawasi oleh dewan pengawas syariah. Dewan Pengawas Syariah berperan untuk mengawasi perusahaan asuransi syariah agar setiap kegiatan atau aktivitas yang dilakukan sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini adalah salah satu keuntungan terbaik karena peserta tidak perlu khawatir mengenai halal-haram dalam bertransaksi asuransi syariah ini.

Baca juga : Asuransi Perjalanan

Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Apa saja aspek yang membedakan antara Asuransi Syariah ini dengan Asuransi Konvensional pada umumnya?. Simak perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional bila dilihat dari beberapa aspek berikut:

Baca juga : Asuransi Jiwa

1. Pengelolaan Resiko

  • Asuransi Syariah dalam pengelolaan resikonya menggunakan prinsip sharing of risk, yang berarti resiko akan dibebankan atau ditanggung perusahaan dan juga peserta asuransi itu sendiri.
  • Asuransi Konvensional yaitu pengelolaan resiko menggunakan prinsip transfer of risk, yang berarti resiko akan dibebankan atau ditanggung pihak perusahaan penerbit asuransi.

2. Pengelolaan Dana

  • Asuransi Syariah yaitu pengelolaan dana bersifat transparan dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk mendatangkan keuntungan bagi para pemegang polis asuransi itu sendiri.
  • Asuransi Konvensional yaitu pengelolaan dana berasal dari premi dan ditujukan untuk menghasilkan pendapatan dan keuntungan yang besarnya bagi perusahaan itu sendiri.

3. Sistem Perjanjian

  • Asuransi Syariah yaitu menggunakan akad hibah (tabarru) yang didasarkan pada sistem syariah dan dipastikan halal.
  • Asuransi Konvensional yaitu sistem Perjanjian dalam Asuransi Konvensional cenderung sama dengan perjanjian jual beli.

4. Kepemilikan Dana

  • Asuransi Syariah, sesuai dengan akad yang digunakan, maka di dalam asuransi syariah dana asuransi tersebut yaitu milik bersama (semua peserta asuransi), di mana perusahaan asuransi hanya bertindak sebagai pengelola dana saja.
  • Asuransi Konvensional, yaitu premi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi milik perusahaan asuransi tersebut, yang mana dalam hal ini perusahaan asuransi memiliki kewenangan penuh terhadap pengelolaan dan pengalokasian dana asuransi.

5. Pembagian Keuntungan

  • Asuransi Syariah, semua keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan terkait dengan dana asuransi, akan dibagikan kepada semua peserta asuransi tersebut.
  • Asuransi Konvensional, keuntungan yang didapatkan akan menjadi hak milik perusahaan asuransi tersebut.

6. Kewajiban Zakat

  • Asuransi Syariah, asuransi Syariah mewajibkan pesertanya untuk membayar zakat yang jumlahnya disesuaikan dengan besarnya keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan.
  • Asuransi Konvensional, tidak ada sistem Zakat.

7. Klaim dan Layanan

  • Asuransi Syariah, peserta Asuransi Syariah bisa memanfaatkan perlindungan biaya rawat inap di rumah sakit untuk semua anggota. Satu polis asuransi digunakan untuk semua anggota keluarga, sehingga premi yang dikenakan oleh asuransi Syariah akan lebih ringan.
  • Asuransi Konvensional, setiap orang harus memiliki polis asuransinya sendiri untuk dapat melakukan klaim dan juga menikmati layanan dari penyedia jasa Asuransi.

8. Pengawasan

  • Asuransi Syariah, pengawasan dilakukan secara ketat dan dilaksanakan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) yang dibentuk langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan diberi tugas untuk mengawasi segala bentuk pelaksanaan prinsip ekonomi syariah di Indonesia, termasuk mengeluarkan fatwa atau hukum yang mengaturnya.
  • Asuransi Konvensional, pengawasan dan juga sistem dijalankan sesuai dengan perjanjian yang dibuat oleh pemilik polis dan juga perusahaan penyedia jasa Asuransi tersebut.

9. Instrumen Investasi

  • Asuransi Syariah, dana yang dimiliki Asuransi Syariah tidak bisa diinvestasikan  pada berbagai kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah dan mengandung unsur haram dalam kegiatannya. Seperti perjudian dan jasa keuangan ribawi, serta investasi yang bertentangan dengan prinsip syariah lainnya.
  • Asuransi Konvensional,sDalam Asuransi Konvensional, dana yang terkumpul benar-benar merupakan hak perusahaan sehingga jenis dan sistem investasi menjadi hak bagi perusahaan untuk memutuskan.

10. Dana Hangus

  • Asuransi Syariah, dalam Asuransi Syariah tidak dikenal istilah “dana hangus”. Semua dana yang sudah dikeluarkan pemegang polis bisa diambil meski harus ada sebagian dana yang diikhlaskan.
  • Asuransi Konvensional, dalam beberapa Asuransi Konvensional, dana yang tidak diklaim selama periode Asuransi akan menjadi “dana hangus” yang tidak bisa dikembalikan kepada pemegang polis Asuransi. Sebagai contoh seperti pemegang polis Asuransi Jiwa yang tidak meninggal dunia sampai masa pertanggungan selesai.

Baca juga : Asuransi Mobil

Sekian dahulu mengenai Pengertian Asuransi Syariah, semoga menjadi manfaat.

Tags

Novriadi A.S

Hallo, perkenalkan nama saya novriadi antonius dan situs ini merupakn milik saya, Saya juga ingin berbagi pengetahuan kepada teman-teman sekali dengan apa yang saya dapat. Dan semoga teman-teman bisa terbantukan dengan adanya situs saya ini. Terimakasih Selamat Membaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close