umum

Pengertian Drama : Jenis, Unsur-Unsur, Struktur Dan Tahapan

Apakah kamu pernah menonton pertunjukkan drama yang diselenggarakan di sebuah teater?. Bisa jadi jawabannya pernah dan tidak, di Indonesia sendiri seni drama sudah ada dari zaman kemerdekaan dahulu. Hanya saja perkembangannya sampai saat ini semakin maju dan modern. Banyak dari kalangan artis yang mencoba peran dalam dunia drama, selain mereka bermain film dan sinetron. Untuk itu perlu kamu ketahui apa sebetulnya pengertian drama dan hal yang berkaitan dalam bidang tersebut.

Drama sendiri merupakan sebuah jenis karya sastra yang menerangkan mengenai kehidupan manusia dengan cara gerakan. Drama menggambarkan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran dan juga dialog yang ditampilkan. Kisah dan cerita dalam drama menempatkan konflik juga emosi yang secara khusus ditujukan untuk pementasan teater. Naskah drama dibuat sedemikian rupa sehingga kelak dapat dipentaskan dan dapat dinikmati oleh penonton.

Pengertian Drama

Pengertian Drama
Pengertian Drama

Drama adalah salah satu dari bentuk karya sastra yang menggambarkan atau mengilustrasikan mengenai kehidupan dengan menyampaikan konflik dengan melalui dialog. Didalam sebuah drama terdapat beberapa unsur seperti intrinsik, yaitu unsur yang membangun sebuah karya sastra yang terdapat di dalamnya.

Jenis Drama

Jenis Drama
Jenis Drama

Berdasarkan dari penyajian lakon, drama tersebut dapat dibedakan menjadi delapan jenis, diantaranya yaitu sebagai berikut:

Baca juga : Streaming Tv Online

  1. Tragedi, merupakan sebuah drama yang penuh dengan kesedihan dan kenestapaan.
  2. Komedi, merupakan sebuah drama penggeli hati yang penuh dengan kelucuan dan humor.
  3. Tragekomedi, merupakan sebuah perpaduan antara drama tragedi dan juga komedi.
  4. Opera, merupakan sebuah drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi suara musik.
  5. Melodrama, merupakan sebuah drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi atau musik.
  6. Farce, merupakan sebuah drama yang menyerupai dagelan, namun tidak sepenuhnya dagelan.
  7. Tablo, merupakan sebuah jenis drama yang mengutamakan gerak, para pemainnya dan tidak mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan gerakan – gerakan.
  8. Sendratari, merupakan sebuah gabungan antara seni drama dan juga seni tari.

Dan berdasarkan dari sarana pementasannya, pembagian jenis drama tersebut dibagi diantaranya:

  1. Drama Panggung, merupakan sebuah drama yang dimainkan oleh para aktor yang berada di panggung.
  2. Drama Radio, merupakan sebuah drama radio tidak bisa dilihat dan juga diraba, tetapi hanya bisa didengarkan oleh penikmatnya melalui media radio.
  3. Drama Televisi, merupakan sebuah seni hampir sama dengan drama panggung, hanya bedanya drama televisi tidak dapat diraba.
  4. Drama Film, merupakan sebuah drama film menggunakan layar lebar dan biasanya dipertunjukkan di sebuah bioskop.
  5. Drama Wayang, merupakan sebuah drama yang diiringi dengan pagelaran wayang.
  6. Drama Boneka, merupakan sebuah peran dari tokoh drama digambarkan dengan boneka yang dimainkan oleh beberapa orang.

Jenis drama selanjutnya adalah dengan berdasarkan ada atau tidaknya sebuah naskah drama. Pembagian jenis drama berdasarkan naskah drama ini, antara lain:

Baca juga : Download Film

  1. Drama Tradisional, yaitu sebuah tontonan drama yang tidak menggunakan naskah atau tulisan.
  2. Drama Modern, yaitu sebuah tontonan drama menggunakan naskah.

Struktur Drama

Struktur Drama

Berikut merupakan ciri struktur drama:

  1. PrologĀ  atau adegan pembukaan.
  2. Dialog atau percakapan.
  3. Epilog atau adegan akhir atau penutup.

Ciri – Ciri Drama

Ciri – ciri drama adalah seperti berikut ini:

  1. Harus ada konfliks
  2. Harus ada aksi
  3. Harus yang dilakonkan
  4. Tempo masa kurang daripada 3 jam
  5. Tidak ada ulangan dalam satu masa

Unsur – Unsur Drama

Unsur – Unsur Drama

Unsur – unsur tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Tokoh

Tokoh merupakan orang yang berperan dalam sebuah drama. Dan tokoh tersebut dapat dibedakan menjadi berikut.

Berdasarkan sifatnya

Tokoh diklasifikasikan menjadi beberapa bagian sebagai berikut.

  • Tokoh protagonis, yaitu tokoh utama yang mendukung cerita.
  • Tokoh antagonis, yaitu tokoh penentang cerita.
  • Tokoh tritagonis, yaitu tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonis maupun untuk tokoh antagonis.

Berdasarkan dari perannya

Tokoh yang diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut:

Baca juga : Drakor Terbaik

  • Tokoh sentral, adalah tokoh yang paling menentukan dalam sebuah drama. Tokoh sentral merupakan penyebab dari terjadinya konflik. Dan tokoh sentral tersebut meliputi tokoh protagonis dan juga tokoh antagonis.
  • Tokoh utama, adalah tokoh pendukung ataupun penentang tokoh sentral bisa juga sebagai perantara dari tokoh sentral. Dalam hal ini yaitu tokoh tritagonis.
  • Tokoh pembantu, adalah tokoh yang memegang peran sebagai pelengkap atau tambahan dalam rangkaian cerita drama.

Perwatakan atau Penokohan

Perwatakan atau penokohan merupakan penggambaran sifat batin seseorang tokoh yang disajikan dalam sebuah cerita. Perwatakan tokoh – tokoh dalam drama itu digambarkan melalui sebuah dialog, ekspresi, atau tingkah laku sang tokoh tersebut. Watak dari para tokoh itu juga digambarkan dalam tiga dimensi seperti sebagai berikut.

Baca juga : Film Action China

  1. Keadaan fisik, yang diilustrasikan melalui umur, jenis kelamin, ciri – ciri tubuh, cacat jasmani, ciri khas yang menonjol, bentuk muka, kesukaan, tinggi dan pendek, suku bangsa, kurus atau gemuk, atau suka senyum atau cemberut.
  2. Keadaan psikis, yang melingkupi watak, kegemaran,standar moral, temperamental, ambisi, psikologis yang dialami, mental, dan juga keadaan emosi.
  3. Keadaan sosiologis, yang melingkupi jabatan, pekerjaan, kelas sosial, ras, agama, dan ideologi seseorang.

2. Setting atau Latar

Setting ataupun tempat kejadian cerita sering disebut juga sebagai latar cerita . Setting juga melingkupi tiga dimensi, antara lain sebagai berikut:

  1. Setting tempat merupakan tempat terjadinya cerita di dalam sebuah drama, Setting tempat tidak dapat berdiri sendiri. Setting tempat tersebut berhubungan dengan setting ruang serta waktu pada saat pertunjukkan.
  2. Setting waktu merupakan waktu atau zaman atau periode sejarah terjadinya cerita di dalam sebuah drama.
  3. Setting suasana yaitu suasana yang mendukung terjadinya cerita drama. Setting cerita tersebut dapat didukung dengan tata suara atau juga tata lampu saat pementasan drama berlangsung.

3. Tema

Tema merupakan sebuah gagasan pokok atau juga ide yang mendasari pembuatan dari sebuah drama. Tema yang biasa diangkat dalam drama tersebut, melingkupi seperti adanya masalah percintaan, kritik sosial, kemiskinan, kesenjangan sosial, penindasan, keluarga yang retak, patriotisme, perikemanusiaan,ketuhanan, dan juga renungan hidup.

Baca juga : Drama Korea

4. Amanat atau Pesan Pengarang

Amanat adalah sebuah pesan yang disampaikan oleh pengarang kepada para pembaca atau penonton melalui karyanya termasuk drama. Amanat tersebut memiliki sifat kias subjektif dan umum, sedangkan untuk tema bersifat lugas, objektif, dan juga khusus. Amanat drama itu selalu berhubungan dengan tema drama itu sendiri.

5. Dialog (Percakapan)

Ciri khas sebuah naskah drama tersebut berbentuk percakapan atau dialog, Dibawah ini merupakan beberapa hal yang berhubungan dengan dialog dalam naskah drama, yaitu:

  1. Dialog tersebut harus mencerminkan percakapan sehari – hari, karena di dalam drama itu merupakan mimetik atau tiruan dari kehidupan keseharian.
  2. Ragam bahasa dalam dialog drama umumnya menggunakan bahasa lisan yang komunikatif serta juga bukan ragam bahasa tertulis.
  3. Diksi atau pilihan kata yang digunakan dalam sebuah drama juga harus berhubungan dengan sebuah konflik serta plot.
  4. Dialog dalam naskah drama tersebut juga harus bersifat estetis, artinya harus memiliki bahasa yang indah.
  5. Dialog juga harus dapat mewakili tokoh yang dibawakan, baikĀ  itu watak secara psikologis, sosiologis, atau pun juga fisiologis.

6. Konflik

Konflik sendiri adalah pertentangan atau juga masalah dalam drama. Konflik tersebut dibedakan menjadi dua, konflik eksternal dan internal.

  • Konflik eksternal adalah sebuah konflik yang terjadi antara tokoh dengan sesuatu yang berada di luar dirinya.
  • Konflik internal adalah sebuah konflik yang terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri.

Tahapan Drama

Tahapan Drama
Tahapan Drama

Dalam perkembangannya drama tersebut berarti suatu karangan prosa atau juga puisi yang disusun dalam bentuk percakapan serta dapat dipentaskan pada sebuah pertunjukkan. Dalam mementaskan drama tersebut perlu waktu dan proses yang cukup panjang. Proses tersebut yaitu sebagai berikut.

Baca juga : Contoh Poster

1. Penelitian atau Penyeleksian Naskah

  1. Naskah drama tersebut diseleksi apakah memang layak serta juga dapat dipentaskan atau tidak.
  2. Penafsiran atau penghayatan naskah.
  3. Naskah drama itu ditafsirkan mengenai isi, latar, cerita, tokoh, watak tokoh, dan jalan ceritanya.

2. Pemilihan Peran atau Tokoh

Pemilihan peran dapat disebut juga dengan casting. Dalam proses tersebut para pemain drama akan ditunjuk menjadi salah satu tokoh di dalam naskah drama. Dan pemain yang sudah ditunjuk tersebut harus memahami watak, sifat, tingkah laku, serta bagaimana gerakan tokoh yang akan diperankannya.

3. Latihan

Para pemain drama tersebut juga harus serius dalam berlatih untuk memerankan tokoh. Pemain harus dapat mengekspresikan dialog yang telah dipelajari sebelumnya.

Memerankan Drama

Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan dalam memerankan naskah pada drama:

  • Tiap – tiap kata itu harus diucapkan dengan jelas dan lugas.
  • Bagus pada tekanan keras lembutnya pengucapan  atau tekanan dinamik.
  • Tekanan tinggi rendahnya suatu pengucapan suatu kata di dalam kalimat atau tekanan nada.
  • Tekanan cepat lambatnya suatu pengucapan suatu kata di dalam kalimat atau tekanan tempo.
  • Pengucapan pengembangan, tersebut dapat dicapai melalui cara sebagai berikut, yaitu dengan menaikkan volume suara, menaikkan tinggi pada nada, menaikkan kecepatan pada tempo suara, serta mengurangi volume tinggi nada dan juga kecepatan pada tempo suara.
  • Menunjukkan gerakan tubuh atau gerak – gerik serta ekspresi wajah atau mimik yang sesuai dengan karakter atau juga watak tokoh yang akan dimainkan atau diperankan. Melalui mimik serta juga gerak tubuh pemain harus dapat menunjukkan perasaan yang sedang dialami oleh tokoh yang sedang diperankannya.
  • Watak tokoh di dalam sebuah drama terlihat dalam percakapan antar tokoh. Dalam percakapan tersebut terlihat sifat serta juga tingkah laku tiap – tiap tokoh yang diperankan.

Nah, sekian dahulu penjelasan mengenai pengertian drama, semoga bisa dijadikan sebagai pengetahuan dan wawasan yang bermanfaat.

Tags

Novriadi A.S

Hallo, perkenalkan nama saya novriadi antonius dan situs ini merupakn milik saya, Saya juga ingin berbagi pengetahuan kepada teman-teman sekali dengan apa yang saya dapat. Dan semoga teman-teman bisa terbantukan dengan adanya situs saya ini. Terimakasih Selamat Membaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close