Plus dan Minus Sistem Pendidikan Online

Terhitung sejak Maret 2020 lalu, banyak sekolah yang pada akhirnya terpaksa menerapkan sistem pendidikan online sebagai upaya mencegah persebaran virus COVID-19. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pandemi ini tidak hanya mengguncang sektor kesehatan, sosial, dan ekonomi, tetapi juga ranah pendidikan. Belajar tatap muka secara langsung, menjadi sesuatu yang tidak lagi mungkin untuk dilakukan.

Baca Juga : 5 Nama dan Jasa Pahlawan Pendidikan Indonesia

Meskipun penerapan sistem pendidikan online ini bertujuan untuk melindungi anak-anak kita dari bahaya COVID-19, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sistem pembelajaran daring ini juga menimbulkan dampak negatif atau kekurangan-kekurangan selama pelaksanaannya. Tidak hanya berdampak pada anak, sistem pembelajaran ini seringkali juga menyulitkan orangtua.

Dampak Negatif Pembelajaran Online

Sistem Pendidikan Online

Pertama, tentu saja berkaitan dengan tingkat penggunaan gadget yang semakin tinggi pada anak selama sistem pembelajaran ini. Dengan meningkatnya durasi penggunaan gadget, anak akan lebih berpotensi tbahaya mulai dari konten-konten negatif, cyber bullying, berkurangnya keamanan data privasi, hingga paparan radiasi yang berasal dari ponsel tersebut.

Dampak negatif berikutnya yang dapat terjadi dari sistem pendidikan online ini adalah hubungan antara orangtua dan anak yang terganggu. Faktanya, tidak semua orangtua memiliki pemahaman tentang pentingnya pendampingan selama pembelajaran online. Banyak orangtua yang akhirnya hilang kesabaran atau bahkan abai pada kesulitan yang dirasakan anaknya dalam belajar.

Solusi Dampak Buruk Belajar Online

Dalam hal ini, perlu adanya perhatian dan pendampingan dari orangtua selama anak menggunakan ponselnya untuk mengakses internet. Jika perlu, Anda bisa membuat jadwal kapan anak boleh menggunakan gadget untuk belajar atau mengerjakan tugas. Selain itu, Anda juga disarankan mengaktifkan setting khusus agar anak terhindar dari link-link berbahaya, seperti misalnya Youtube Kids untuk anak-anak.

Selain itu, komunikasi terbuka yang diiringi dengan kesabaran akan membuat anak merasa nyaman belajar di rumah. Sebagai orangtua, Anda harus aktif berkomunikasi dengan pengajar agar pemahaman materi yang didapatkan anak bisa maksimal. Anda juga bisa aktif di grup sesama orangtua untuk mendapatkan support ketika ada kendala selama sistem pendidikan online ini berlaku.

Dampak Positif Pembelajaran Online

Untungnya, sistem belajar di rumah ini tak hanya memberikan dampak negatif semata. Setidaknya, ada beberapa hikmah positif yang bisa kita ambil. Salah satunya adalah memicu percepatan transformasi pendidikan. Hal ini kemudian mengharuskan lembaga pendidikan, guru, siswa, dan orang tua agar cakap menggunakan teknologi.

Penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan juga selaras dengan era Revolusi 4.0 yang saat ini terus berjalan pesat. Tujuannya, agar segala aktivitas belajar mengajar menjadi lebih efektif dan efisien. Kolaborasi antara orangtua dan guru yang tercipta juga diharapkan membawa dampak yang positif pada anak karena mendorong terjadinya diskusi dan penerapan ilmu di tengah keluarga.

Baca Juga : Misteri Di Anime Naruto Yang Belum Terpecahkan Terlengkap

Penggunaan gadget dalam pembelajaran di masa pandemi ini juga meningkatkan kreativitas dan memicu tumbuhnya ide-ide baru yang inovatif. Anak-anak tak lagi harus menatap buku selama berjam-jam, namun juga dapat menggunakan media berupa gambar dan video untuk pembelajaran.

Demikian tadi adalah beberapa poin tentang plus dan minus dari sistem pendidikan online yang berlaku saat ini. Bagaimana pun juga, mari kita berdoa agar pandemi ini segera berlalu dan ditemukan vaksin yang bisa menyembuhkan para penderitanya. Sehingga, anak-anak dapat belajar dan berinteraksi dengan teman-temannya dengan aman dan gembira seperti sedia kala. Sekian, semoga informasi di atas bisa menambah wawasan Anda.