wisata

Sejarah Berdirinya Kota Palembang – Bumi Sriwijaya

Membahas mengenai kota yang satu ini tentu tidak terlepas dari kerajaan Sriwijaya yang memiliki kejayaan di masanya dan masih terkenal sampai saat ini. Untuk itulah, kali ini akan dibahas mengenai hal menarik dan juga sejarah kota Palembang yang patut diketahui:

Siapa yang tidak mengenal kota pempek dan jembatan Ampera?. bagi sebagian orang yang suka dan pernah mendengar kata tersebut pasti sudah tidak asing dengan nama kota Palembang. Kota yang dikenal dengan sungai Musi dan juga kota yang penuh dengan aneka ragam kuliner yang lezat.

Sejarah Berdirinya Kota Palembang – Bumi Sriwijaya

Sejarah Kota Palembang

Sejarah Berdirinya Kota Palembang - Bumi Sriwijaya
Sejarah Berdirinya Kota Palembang – Bumi Sriwijaya

Zaman dahulu, daerah Sumatra Selatan dan sebagian Provinsi Jambi berupa hutan belantara yang unik juga indah. Puluhan sungai besar juga kecil yang berasal dari Bukit Barisan, pegunungan sekitar Gunung Dempo, dan Danau Ranau mengalir di wilayah tersebut. Wilayah itu dikenal dengan nama Batanghari Sembilan. Sungai besar yang mengalir di wilayah itu di antaranya adalah Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Ogan, Sungai Rawas, dan beberapa sungai lain yang bermuara di Sungai Musi. Ada dua Sungai Musi yang bermuara di laut di daerah yang berdekatan, seperti Sungai Musi yang melalui Palembang dan Sungai Musi Banyuasin yang ada di sebelah utara.

Baca juga : Sejarah Kota Padang

Sejarah Berdirinya Kota Palembang - Bumi Sriwijaya
Sejarah Berdirinya Kota Palembang – Bumi Sriwijaya

Karena banyaknya sungai besar, maka dataran rendah yang melingkar dari daerah kota Jambi, Sumatra Selatan, sampai Provinsi Lampung merupakan daerah yang banyak mempunyai danau kecil. Asal mula danau kecil tersebut yaitu rawa yang digenangi air laut saat pasang. Sedangkan kota Palembang yang dikenal saat ini berdasarkan pada sejarah merupakan sebuah pulau yang ada di Sungai Melayu. Pulau kecil yang berupa bukit dan diberi nama Bukit Seguntang Mahameru. Palembang sendiri dahulunya dimulai dengan kerajaan seperti kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Palembang, Era Penjajahan Belanda, Era kemerdekaan, Era penjajahan Jepang, Era revolusi kemerdekaan, Era orde baru sampai reformasi dan saat sekarang.

Baca juga : Sejarah Kota Pekanbaru

Geografi Kota Palembang

Geografi Kota Palembang
Geografi Kota Palembang

Kota Palembang terkenal sebagai kota industri dan juga kota perdagangan. Posisi geografis kota ini yang terletak di tepian Sungai Musi dan tidak jauh dari Selat Bangka. Hal ini menjadi anugerah alam yang sangat menguntungkan bagi kota Palembang. Walaupun tidak berada di tepi laut, Kota Palembang mampu dijangkau oleh beberapa kapal dari luar negeri. Khususnya dengan adanya Dermaga Tangga Buntung dan Dermaga Sei Lais. Selain itu, Kota Palembang juga  terkenal sebagai kota tua, yang pernah menjadi pusat pendidikan agama Budha terbesar. Dulunya, sebuah kerajaan jaya bernama ‘Sriwijaya’ berada di kota ini. Masih banyak peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang tersebar di seluruh kota dan sekitarnya, terbukti dari situs yang masih belum terurus, seperti Benteng Kuto Besak dan sebagainya.

Baca juga : Sejarah Kota Medan

Kota Palembang semakin berbeda karena dibelah dan dikelilingi Sungai Musi dan anak sungainya. Memang kota, Palembang lebih tepat menjadi kota sungai, namun sayangnya pola pembangunan pada sebelumnya sangat kuat dengan visi penyeragaman, sehingga dibentuk sedemikian rupa menjadi kota daratan sebagaimana kota lain di Pulau Jawa.

Secara geografis letak Kota Palembang berada antara 2º 52’ – 3º 5’ LS dan 104º 37’- 104º52” BT dengan luas wilayah 400,61 Km² dengan batasan sebagai berikut :

  • Batas Utara : Kabupaten Banyuasin.
  • Batas Selatan : Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Banyuasin.
  • Batas Timur : Kabupaten Banyuasin.
  • Batas Barat : Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Kota Palembang terdiri dari 16 Kecamatan dan 107 Kelurahan dengan jumlah penduduk tahun 2016 sebesar 1.602.071 jiwa. Kecamatan yang luas wilayah terbesar yaitu Kecamatan Sukarami (98,56 Km²), sedangkan kecamatan dengan luas terkecil yaitu Kecamatan Ilir Barat (6,5 Km²). Kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Ilir Timur I (13.882 jiwa/Km²), sedangkan kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk terendah yaitu Kecamatan Gandus (766 jiwa/ Km²).

Seni dan Budaya Kota Palembang

Seni dan Budaya
Seni dan Budaya

Sejarah kota Palembang berdasarkan dari bukti  yang ditemukan seperti prasasti Sriwijaya dikenal dengan “Prasasti Kedudukan Bukit” yang tercatat 16 Juni 682, menjadikan Kota ini sebagai kota tertua di Indonesia. Palembang pada masa kejayaan kerajaan Sriwijaya sampai saat ini mengalami akulturasi budaya, dilihat dari beberapa bukti yang nyata, seperti penamaan gelar kebangsawanan, corak dan makam peninggalan masa Islam yang merujuk pada budaya dari Jawa.

Baca juga : Sejarah Kota Batam

Cerita sejarah Kota Palembang dan kejayaan sampai runtuhnya Kerajaan Sriwijaya dan pupusnya pengaruh Majapahit juga Cina karena kebangkitan Islam di wilayah Palembang sendiri menjadikan sebuah akulturasi budaya yang ada di Kota Palembang sampai sekarang ini.

Berikut beberapa kesenian yang terdapat di Kota Palembang yaitu:

  • Kesenian Dul Muluk yaitu sebuah teater asli Sumatera Selatan yang muncul di Palembang. Kata Dul Muluk sendiri berasal dari nama tokoh utamanya yang bernama Raja Abdulmuluk Jauhari. Pertama kali Dul Muluk dibawa oleh seorang pedagang yang bernama Wan Bakar seorang keturunan dari bangsa Arab. Selama berdagang, dia juga membawa dan membacakan kitab bacaan yang berisi hikayat baik dalam bentuk syair, salah satunya berup kitab syair Abdul Muluk. Ternyata kisah Raja Abdul Muluk ini tersebar sampai ke seluruh Kota Palembang dan sangat disukai oleh masyarakat kota palembang sampai sekarang.
  • Gending Sriwijaya merupakan sebuah tarian dan lagu tradisional Kota Palembang. Dan dipentaskan untuk penyambutan tamu dalam resepsi pernikahan. Gending Sriwijaya sendiri menggambarkan sebuah kejayaan, keagungan dan keluhuran budaya kemaharajaan Sriwijaya.
  • Kesenian Syarofal Anam yaitu salah satu kesenian yang bernuansa Islami yang biasa dipentaskan dalam resepsi pernikahan.
  • Lagu daerah seperti lagu Melati Karangan, Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Ribang Kemambang dan Dirut.
  • Rumah Limas dan Rumah Rakit atau rumah panggung merupakan rumah adat khas Palembang.

Selain yang di atas, kain songket khas Palembang juga menjadi salah satu jenis tekstil terbaik yang ada di dunia, diukur dari segi kualitasnya. Awal mula kain songket berasal dari perdagangan antara negara India dan Tiongkok. Pedagang Cina membawa benang sutera dan orang India membawa benang emas dan perak. Lalu kain songket ditenun pada sebuah alat tenun bingkai Melayu.

Seni dan Budaya
Seni dan Budaya

Namun menurut penenun dari Trengganu, orang India yang memperkenalkan teknik menenun pertama kalinya di kota Palembang. Namun cerita lain yang menyebutkan, jika kain songket merupakan bukti lain peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Kain songket masih dibuat menggunakan tenun secara manual. Dengan warna yang sering digunakan yaitu, warna merah dan emas. Warna yang melambangkan zaman keemasan Sriwijaya dan pengaruh Cina pada zaman dulu.

Baca juga : Sejarah Kota Yogyakarta

Palembang juga mengembangkan jenis tekstil baru yaitu batik Palembang. Berbeda dengan batik lainnya  yang ada di Indonesia, batik Palembang memiliki warna terang dan menggunakan motif tradisional khas daerah.

Setiap tahunnya, Kota Palembang menyelenggarakan berbagai festival seperti Festival Sriwijaya yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Palembang pada bulan Juni, Festival Bidar dan Perahu hias yang digelar dalam rangka Hari Kemerdekaan RI dan jenis festival lainnya yang menarik untuk ditonton saat berkunjung ke Palembang.

Wisata Kota Palembang

Wisata Kota Palembang
Wisata Kota Palembang

Berikut beberapa daftar tempat wisata yang bisa kamu kunjungi sebagai referensi saat berkunjung ke Kota Palembang, yaitu:

  1. Jembatan Ampera.
  2. Benteng Kuto Besak.
  3. Sungai Musi.
  4. Monpera (Monumen Penderitaan Rakyat).
  5. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Palembang.
  6. KIF  Park (Kambang Iwak Family).
  7. Pulo Kemaro.
  8. Taman Purbakala Bukit Siguntang.
  9. Hutan Wisata Punti Kayu.
  10. Kawah Tekurep.
  11. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.
  12. Museum Tekstil.
  13. Masjid Cheng Ho Palembang.
  14. Museum Balaputradewa.
  15. Kampung Kapitan.
  16. Kampung Arab Al Munawwar 13 Ulu.
  17. Bagus Kuning.
  18. Pusat Kerajinan Songket.
  19. Fantasy Island.
  20. Jakabaring Sport City.
  21. Sungai Gerong.
  22. Waterboom OPI Jakabaring.
  23. Museum Peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

Semoga penjelasan singkat mengenai sejarah kota Palembang menjadi pengetahuan juga wawasan baru saat kamu berkunjung dan menjelajahi kota Palembang kelak.

Tags

Novriadi A.S

Hallo, perkenalkan nama saya novriadi antonius dan situs ini merupakn milik saya, Saya juga ingin berbagi pengetahuan kepada teman-teman sekali dengan apa yang saya dapat. Dan semoga teman-teman bisa terbantukan dengan adanya situs saya ini. Terimakasih Selamat Membaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close