bisnis

Strategi Trading yang Paling Menguntungkan | Swing Trading

Kenali Pengertian Saham

Kenali Pengertian Saham

Saham adalah surat berharga bukti kepemilikan kita terhadap suatu perusahaan. Saham yang bisa kita beli adalah saham terbuka dari perusahaan yang diperdagangkan di BEI (Bursa Efek Indonesia). Setiap kali membeli saham maka minimum pembelian adalah 1 lot, sama dengan 100 lembar saham. Jangan dibayangkan bila kamu akan menerima beratus-ratus lembar saham, big no!. Saham kamu akan secara otomatis dicatat dalam database digital.

Saham diterbitkan sebagai upaya perusahaan mengumpulkan modal secara terbuka. Perusahaan menerbitkan saham pertama di IPO (Initial Public Offering) yang mana masyarakat dapat membeli saham yang ditawarkan. Modal yang terkumpul lantas akan dipergunakan untuk kepentingan perusahaan. Masyarakat yang membeli saham disebut investor. Para investor berhak mendapat bagian dari keuntungan perusahaan. Berikut ilustrasi untuk penjelasan di atas:

Sebuah Perusahaan Tas Bagus pada tahun 2018 membuka IPO (Intial Public Offering) dengan tujuan ingin melunasi hutang perusahaan sebesar Rp 100 miliar. Kemudian Tas Bagus menerbitkan saham publik sebanyak 650 juta lembar, saham Tas Bagus di IPO seharga Rp 250 per lembar. Besaran saham publik yang ditradingkan adalah 15%. Tas Bagus mengumpulkan modal sebesar Rp 162,5 miliar. Dari IPO dana tersebut disalurkan kepada Tas Bagus. 15% saham yang dimiliki oleh masyarakat boleh diperjual belikan di bursa saham. Sampai disini transaksi sudah bukan milik Tas Bagus lagi, melainkan milik si pembeli saham.

Baca juga : Investasi Saham Bagi Pemula

Kenapa Harga Saham Bisa Naik Turun?

Kenapa Harga Saham Bisa Naik Turun?

Setiap saham akan dihargai berbeda-beda, itulah yang menyebakan harga saham dapat naik dan turun. Harga saham bisa dipengaruhi dari kinerja perusahaan, image perusahaan, atau bisa juga karena track record perusahaan. Saham tidak bisa diprediksi 100%, maka dari itu penting menganalisa perusahaan sebelum membeli saham.

Para investor saham akan membeli saham di harga rendah dan menjualnya kembali di harga yang tertinggi. Jual beli saham ada yang berjangka pendek seperti (satu hari, seminggu, atau sebulan), ada juga yang berinvestasi di jangka menengah ( tiga bulan, enam bulan, atau satu tahun, banyak juga investasi jangka panjang ( lima tahun, sepuluh tahun, bahkan lebih). Keuntungan atau kerugian dari transaksi jual beli saham dilihat dari selisihnya. Selisih hasil jual beli saham adalah capital gain.

Modal  : Harga Beli    = Saham (Lembar)

Harga Jual x Saham   = Selisih – Modal

                                    = Untung/Rugi

Bagaimana Menganalisa Saham?

Bagaimana Menganalisa Saham?

Analisa Fundamental, kita harus menganalisis nilai perusahaan pada saat ini dan ekspektasi nilai perusahaan di masa depan. Calon pembeli bisa menganalisa melalui laporan keuangan yang para investor bisa akses. Perusahaan besar dengan fundamental yang bagus belum tentu memiliki stock yang bagus juga. Masih ada faktor-faktor lainnya yang harus dipertimbangkan. Setelah tahu nilai dari suatu perusahaan lantas kita bisa membandingkan dengan harga saham perusahaan tersebut saat ini. Tujuan dari analisa fundamental adalah membeli saham dari perusahaan bagus dengan harga murah. Umumnya analisa ini dilakukan untuk investasi jangka panjang.

Analisa Teknikal, yang menjadi fokus bukan harga suatu perusahaan melainkan pergerakan harga dan aktivitas jual-beli perusahaan tersebut. Analisa teknikal cocok diterapkan untuk pembelian investasi jangka pendek. Investor dapat membeli saham berdasarkan trend supply and demand, juga chart dan grafik  saham. Tujuan dari analisa teknikal ini supaya kita bisa membeli saham yang berpotensi naik hingga tahap resistance atau bahkan break-out, sebelum para investor lain mengincarnya.

Apa itu IHSG?

Indeks Harga Saham Gabungan, semua harga saham publik akan diinformasikan pada IHSG. Indeks pasar saham di bursa efek. Tiap saham yang diperjual belikan di bursa memiliki kode empat huruf. Semakin besar nilai kapitalisasi pasar, maka saham tersebut mampu menggerakkan IHSG.

Cara Bermain Saham

Cara Bermain Saham

Dalam bermain saham tentunya investor harus memiliki strategi. Secara pribadi saya suka dengan strategi swing trading. Swing trading umumnya strategi yang dilakukan saat investor menginginkan keuntungan dalam jangka pendek (sehari atau seminggu, sepuluh hari, atau bahkan seratus hari). Bermain saham dengan strategi mencari momentum yang tepat untuk membeli dan menjual saham.

Swing Trading

Swing Trading

Kamu harus paham trend apa yang sedang terjadi di pasar. Jangan lupa menganalisa dimensi, dimanakah market yang ingin kamu beli sahamnya dan tentukan komoditinya. Kamu harus tahu bahwa saham memiliki recistance dan support dalam sebuah range. Recistance merupakan wilayah batas atas harga saham dari harga saham terkini. Sementara support merupakan wilayah batas bawah harga saham dari harga saham saat ini. Dengan memanfaatkan recistance dan support para swing trader biasanya bermain cepat untuk meraih keuntungan. Swing trading umumnya dipilih jika trader ingin menciptakan uang besar.

Ketika harga saham perusahaan tertentu turun ke wilayah support, saat itulah trader biasa berbelanja saham (buy on weakness). Karena saat suatu saham turun maka saham tersebut juga akan melaju keatas. Begitu harga saham terus melaju naik hingga mencapai batas recistance maka saat itulah trader mengambil keuntungan dengan cara menjual sahamnya.

Ada juga strategi swing trading yang disebut trading breakout. Apa itu trading breakout? Saat harga saham menembus batas recistance , disitulah trader bisa membeli saham dengan nilai baru. Karena saat harga saham mampu mencapai breakout recistance, maka harga saham akan mencapai level recistance yang baru. Namun jika kamu takut terlalu mahal dalam membeli saham, kamu bisa membeli setengahnya. Sehingga kamu tidak mengambil resiko terlalu besar.

Dalam menjual saham menggunakan strategi swing trading, kamu bisa memasang posisi bertahap atau sekaligus. Misalkan pada hari pertama kamu membeli saham. Hari yang ke dua kamu menjual 10% dari saham. Hari ke lima kamu menjual sebesar 40% saham. Kemudian hingga hari yang ke sepuluh kamu menjual seluruh saham yang kamu punya. Hal ini bisa kamu lakukan jika pergerakan pasar menunjukkan pergerakan signifikan positif dari suatu saham. Sehingga apabila saham menembus nilai breakout, kamu tidak perlu membeli harga saham yang baru. Tapi teknik ini cukup spekulatif. Lebih amannya trader menjual saham pada posisi saham di batas recistance. Sebenarnya pada tahap ini trader sudah mendapatkan keuntungan.

Baca juga : Apa Itu Trading Forex ?

Swing trading adalah satu dari sekian banyak strategi atau teknik yang di gunakan trader. Apapun teknik yang akan kamu gunakan, pastikan kamu mengetahui apa motif investasimu. Be a smart trader not only buying. Sedikit informasi kamu bisa membeli sebuah saham dari satu wilayah dan di jual di wilayah yang lain. Seperti kamu membeli di pasar Asia dan selanjutnya kamu bisa menjualnya kembali di Amerika.Sejauh ini semoga apa yang saya tulis cukup membantu kamu yang ingin bermain saham. Mungkin memulai berinvestasi terlihat penuh resiko. Buat kamu yang masih pemula , coba baca juga artikel saya yang lain ( Investasi Saham Bagi Pemula).

Tags

Novriadi

Novriadi.com situs personal yang memberikan informasi baru yang bisa anda ketahui dan anda bisa langsung melihat, membaca dan memahami isi dari artikel. Dan semoga bermanfaat dan memberikan hasil informasi yang baru.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close